Sabtu, 18 Juni 2016

kisah nabi musa



Kisah Nabi Musa AS
a.Kelahiran Nabi Musa AS   
    Nabi Musa anak dari Imran bin Yasar. Ibunya bernama Yukabat binti Dahat dari keturunan Bani Israil. Nabi Musa dilahirkan di Mesir yang ketika itu di bawah kepimpinan Raja Fir`aun yang zalim. Fir`aun seorang yang takabur,sombong,dan mengakui dirinya sebagai Tuhan. Bagi orang yang tidak patuh dan tidak mempercayai dia sebagai Tuhan akan dihukum mati.
    Pada suatu malam Fir`aun bermimpi. Dalam mimpinya ia melihat negeri Mesir hangus terbakar. Semua rakyatnya mati kecuali dari Bani Israil. Setelah bangun , ia segera memerintahkan para ahli nujum untuk mencari tahu tafsir tentang mimpinya itu. Para ahli nujum memberitahu bahwa mimpi itu member isyarat akan datangnya seorang laki-laki dari Bani Israil yang menjatuhkan kekuasaan Raja Fir`aun.
      Mendengar hal tersebut, Raja Fir`aun segera memerintahkan bala tentaranya untuk membunuh bayi laki-laki yang baru lahir. Mendengar keputusan Raja Fir`aun, Ibu Nabi Musa merasa takut jika nanti kelahirkan bayinya dibunuh. Setelah Yukabat mela.hirkan bayi yang diberi nama Musa, Allah mengilhamkan agar bayi itu dihanyutkan ke sungai Nil. Atas izin Allah, bayi itu dibawa arus dalam sebuah peti menuju kolam pemandian istana Fir`aun. Peti itu ditemukan istri Raja Fir`aun yang bernama Siti Asiah. Ia membawa bayi itu ke hadapan Raja Fir`aun dan hampir saja membunuhnya. Asia berkata “Janganlah engkau bunuh bayi ini karena saya menyayanginya. Sebaiknya kita jadikan anak. Bukanlah kita tidak mempunyai anak?” sejak itulah Musa menetap di istana Fir`aun dan menjadi anak ngkatnya.  
b.Masa Dewasa Nabi Musa AS         
    Setelah Musa dewasa, Allah memberikan anugerah kepadanya berupa ilmu pengetahuan dan hikmah. Sebagaimana firman Allah SWT:
“Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya kami berikan kepadanya hikmah dan pengetahuan dan demikian kami memneri balasan kepada orang-orang yang berbut baik.”(Q.S Al-Qasas:14)
    Pada suatu ketika, Nabi Musa berjalan-jalan melhat keadaan kota. Tiba-tiba, ia bertemu dua orangyang sedang berkelahi. Satu orang golongan Qibti (golongan kerajaan) yang satu dari golongan Bani Israil (golongan Nabi Musa). Ketika Nabi Musa AS hendak mendamaikan keduanya, orang Qibti tidak mau berdmai. Dia sangat sombong karena merasa berasal dari golongan raja. Karena tidak mau, Nabi Musa AS menamparnya hingga jatuhdan meniggal.
    Nabi Musa Asmenyesali kejadian itu. Ia pun memohon ampun kepada Allah, sebagaimana tertera dalam Al-Qur`an Surat Al-Qasas ayat 16:  
“Musa berdoa:”Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri , karena itu ampunilah aku. Maka Allah mengampuninya. Sesunguhnya Allah Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Q.S. Al-Qasas:16)
    Berita kematian orang Qibti itu sampai kepada Fir`aun. Ia memerintahkan tentaranya untuk menangkap nabi Musa AS. Tetapi sebelum itu terjadi, ada seseorang yang memberitahu tentang rencana Fir`aun. Dia menyarankan agar Nabi Musa AS segera meninggalkan Mesir. Nbi Mus pun menurutinya. Ia pergi sejauh-jauhnya tanpa tahu arah yang dituju. Nabi Musa AS berhenti di sebuah tempat. Di sana ia melihat banyak pngembala sedang mengmbil air untuk kambing-kambing mereka. Di antaranya ada dua orang gadis yang sedang menuggu. Nabi Musa AS pun menolong kedua gadis tersebut. Kemudian Nabi Musa AS ditawari untuk singgah di rumah orang tua kedua gadis itu. Yang tidak lain adalah Nabi Syu`aib AS akhirnya Nabi Syu`aib Asmengambil Nabi Musa AS untuk menjadi menantunya.          

SABAR



SABAR
 Sabar, S-A-BA-R, mungkin sudah tidak asing di telinga kita pastinya, tapi apakah anda tahu makna dari sabar yang hakiki. Nah, pada zaman globalisasi ini sabar sudah mulai diremehkan .